Sebelumnya, pemerintah menargetkan akses dibuka pada Februari dan kemudian April 2026, namun mundur ke Agustus karena proses finalisasi desain dan tata letak.
Kementerian menyatakan tidak ada rencana pencetakan massal untuk versi fisik karena biaya produksi yang tinggi.
Buku cetak terbatas hanya akan didistribusikan untuk perpustakaan nasional, daerah, dan perguruan tinggi.