Ia melanjutkan "kalau orang saat ini menggunakan LPG misalnya 3 kilogram menghasilkan waktu 10 hari, sekarang dengan teknologi baru bisa 15 hari, satu setengah kali. Nah sekarang riset terus kita lakukan agar bisa dua kali lipat. Kalau ini diterapkan maka bisa menghemat Rp26 triliun per tahun terkait dengan energi ini."
Arif mengatakan Presiden Prabowo juga meminta agar implementasi teknologi ANG dapat dipercepat. Menurut dia, teknologi tersebut tidak hanya berpotensi menghemat devisa akibat impor LPG, tetapi juga meningkatkan ketahanan energi nasional dengan memanfaatkan cadangan gas alam domestik yang melimpah.
"Pak Presiden sangat berpesan kalau bisa dipercepat untuk implementasi pemanfaatan ANG dengan teknologi baru ini. Karena ini satu hemat devisa, tapi yang kedua lebih penting lagi adalah memiliki simpanan gas yang lebih besar untuk ukuran yang sama," katanya.
Saat ini, pengembangan masih berada pada tahap uji coba. Arif menargetkan uji coba dapat rampung pada 2026 sehingga teknologi tersebut dapat mulai diperkenalkan pada 2027 sebagai salah satu alternatif pengganti penggunaan LPG impor.
"Yang jelas di kami ini kami sedang uji coba ya yang tahun 2026 uji coba, moga-moga 2027 bisa kita rilis," ucap Arif.