Beranda Umum BRIN: Perlu Upaya Lebih Jauh Cegah Risiko RI jadi Hotspot Virus Nipah

BRIN: Perlu Upaya Lebih Jauh Cegah Risiko RI jadi Hotspot Virus Nipah

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan perlu pengembangan upaya pencegahan dan penanggulangan virus Nipah lebih jauh, sebab Indonesia berisiko menjadi hotspot virus tersebut, karena keanekaragaman hayati yang besar, terutama jenis kelelawar buah yang banyak.

0
istimewa

CARAPANDANG.COM- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan perlu pengembangan upaya pencegahan dan penanggulangan virus Nipah lebih jauh, sebab Indonesia berisiko menjadi hotspot virus tersebut, karena keanekaragaman hayati yang besar, terutama jenis kelelawar buah yang banyak.

"Kita merupakan negara dengan megabiodiversity, yang mempunyai keanekaragaman yang sangat tinggi, tapi tentunya ini mempunyai salah satu potensi risiko dan memiliki distribusi luas terkait dengan fruit bat ini, yang merupakan reservoir alami dari virus Nipah," kata Kepala Organisasi Riset Kesehatan/Peneliti Ahli Utama Virologi BRIN Ni Luh Putu Indi Dharmayanti, di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan terdapat keragaman genetik virus Nipah (NiV), yakni NiV-Malaysia (M) dan NiV Bangladesh (B). Berdasarkan keparahan, NiV-B memiliki tingkat kematian 75 persen, dan NiV-M memiliki tingkat kematian 40 persen.

Kemudian temuan eksperimental, lanjutnya, menunjukkan replikasi NiV-B lebih lambat, tetapi proses shedding atau pelepasan partikel virus dari orang atau binatang terinfeksi, lebih cepat.

Sejumlah perbedaan klinis dari kedua jenis virus, kata dia, NiV-B sering menimbulkan penyakit pernapasan dan ensepalitis, serta berkaitan dengan penularan antar-manusia, sementara NiV-M sering menyebabkan ensefalitis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait