Beranda Sains & Teknologi BRIN Manfaatkan Nanosilika Limbah Sawit untuk Penyimpanan Energi Elektronik Fleksibel

BRIN Manfaatkan Nanosilika Limbah Sawit untuk Penyimpanan Energi Elektronik Fleksibel

Limbah abu boiler dari industri kelapa sawit yang jumlahnya mencapai jutaan ton setiap tahun masih menjadi masalah lingkungan karena belum dimanfaatkan dengan baik

0
BRIN

CARAPANDANG - Limbah abu boiler dari industri kelapa sawit yang jumlahnya mencapai jutaan ton setiap tahun masih menjadi masalah lingkungan karena belum dimanfaatkan dengan baik dan masih bernilai ekonomi rendah.

Padahal, limbah ini mengandung silika (SiO₂) 50-65% dan dapat diolah menjadi nanosilika, yaitu material berukuran sangat kecil sekitar 8–10 nm dengan sifat yang unggul. Nanosilika banyak  digunakan dalam berbagai bidang, dari kosmetik, biomedis, konstruksi, hingga elektronik dan energi.

“Pada bidang energi, Pusat Riset Elektronika (PRE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang mengembangkan sistem penyimpanan energi yang fleksibel (dapat ditekuk). Hal ini untuk memenuhi perkembangan perangkat elektronik yang wearable, yang mengikuti dinamika gerakan tubuh manusia,” jelas Peneliti PRE BRIN, Rike Yudianti, saat diwawancara Tim Humas BRIN, Rabu (6/5).

Rike menerangkan, nanosilika memiliki beberapa kelebihan, seperti luas permukaan yang besar, struktur pori yang dapat disesuaikan, serta mudah dimodifikasi secara kimiawi. 

Ia sedang mengembangkan superkapasitor fleksibel dengan performa elektrokimia yang stabil, yang dapat menyimpan energinya dalam waktu yang lama. “Cukup sulit jika superkapasitor yang fleksibel masih menggunakan elektrolit cair karena berisiko bocor, mudah menguap, dan stabilitas elektrokimia yang rendah saat ditekuk terutama pada suhu tinggi dan penggunaan yang panjang,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait