CARAPANDANG – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 tercatat sebesar 5,29% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibanding ekonomi kuartal II 2025.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut karena ditopang oleh industri pengolahan dari sisi produksi serta konsumsi rumah tangga dari sisi pengeluaran.
Dia menjelaskan bahwa industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi bersama sektor perdagangan, konstruksi, serta informasi dan komunikasi.
"Hal ini didorong oleh peningkatan aktivitas produksi untuk memenuhi permintaan domestik," katanya dalam konferensi pers rilis BPS, Rabu 5 Agustus 2026.
Selanjutnya dia menjelaskan, dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Kinerja tersebut diperkuat oleh pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) serta konsumsi pemerintah yang meningkat seiring bergairahnya aktivitas ekonomi selama periode libur dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).