Beranda Ekonomi BPS Catat Inflasi Tahunan Maret 2026 Sebesar 3,48 Persen

BPS Catat Inflasi Tahunan Maret 2026 Sebesar 3,48 Persen

Secara bulanan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi dengan inflasi sebesar 1,07 persen dan andil 0,32 persen.

0
Kantor BPS

Secara tahunan, inflasi Maret 2026 sebesar 3,48 persen tercatat lebih rendah dibandingkan inflasi Februari 2026 yang mencapai 4,76 persen.

Ateng menjelaskan bahwa penurunan ini dipengaruhi oleh berkurangnya dampak low base effect (efek basis rendah) dari kebijakan diskon listrik yang diterapkan pemerintah pada Januari-Februari 2025.

"Sedikit ya, kalau bulan Januari dan Februari pengaruhnya cukup lumayan, Maret ini pengaruhnya untuk low base effect mulai sedikit," ujar Ateng.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan Maret 2026 utamanya didorong oleh kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami inflasi 7,24 persen dengan andil 1,08 persen, dengan tarif listrik sebagai komoditas utama.

Dari 38 provinsi di Indonesia, tercatat 34 provinsi mengalami inflasi secara bulanan, sementara 4 provinsi mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Papua Pegunungan sebesar 2,57 persen, sedangkan deflasi terdalam terjadi di Maluku sebesar 0,75 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait