CARAPANDANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada Senin (16/2/2026) hari ini.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
Berdasarkan proyeksi BMKG, status siaga hujan lebat hingga sangat lebat diberikan kepada beberapa provinsi, antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Khusus untuk wilayah DKI Jakarta, peringatan dini ditingkatkan menjadi siaga setelah sebelumnya berstatus waspada, karena potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.
Pelaksana tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa peningkatan potensi cuaca ekstrem ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia yang membawa aliran angin baratan secara dominan.
Kondisi ini diperkuat oleh aktivitas fenomena atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) serta gelombang Kelvin dan Rossby, yang memicu terbentuknya perlambatan dan belokan angin (konvergensi) di sejumlah wilayah, khususnya di pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.
"Kombinasi faktor tersebut meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang, lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah," ujar Andri mengutip laporan Tempo, Minggu (15/2/2026).