Kemudian, konsumsi pemerintah tumbuh tinggi 21,81 persen (yoy) didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai melalui gaji ke-14 atau Tunjangan Hari Raya (THR) dan belanja program prioritas Pemerintah, terutama Makan Bergizi Gratis (MBG).
Konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) tumbuh sebesar 6,28 persen (yoy) didorong oleh peningkatan aktivitas organisasi kemasyarakatan.
Adapun investasi tumbuh sebesar 5,96 persen (yoy) terutama didorong oleh pertumbuhan subkomponen kendaraan serta mesin dan perlengkapan.
Sementara ekspor tumbuh sebesar 0,90 persen (yoy) sejalan dengan tetap baiknya permintaan beberapa mitra dagang utama dan peningkatan aktivitas pariwisata, termasuk wisatawan mancanegara.
Dari sisi lapangan usaha (LU), sebagian besar LU pada triwulan I 2026 tumbuh positif. LU industri pengolahan, LU perdagangan, serta LU pertanian sebagai kontributor utama pertumbuhan tumbuh baik seiring dengan peningkatan permintaan domestik dan permintaan eksternal yang tetap positif.
Selain itu, LU penyediaan akomodasi dan makan minum serta LU transportasi dan pergudangan mencatat pertumbuhan yang tinggi seiring dengan peningkatan mobilitas masyarakat pada periode Idul Fitri 1447 Hijriah dan aktivitas pariwisata, baik perjalanan wisatawan nusantara maupun mancanegara.