Kantor berita Iran, Press TV, bahkan secara tegas menyebutnya sebagai "sinyal balas dendam untuk darah yang ditumpahkan oleh pemimpin Revolusi Islam".
Bendera yang berkibar itu biasanya membawa pesan yang merujuk pada peristiwa Karbala.
Dalam Syiah, hal ini adalah panggilan untuk melawan kezaliman, mengingat gugurnya Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad SAW, sebagai syahid.
Pengibaran bendera merah di Masjid Jamkaran selalu terjadi dalam konteks politik yang memanas.
Sejarah mencatat, tindakan simbolis ini pertama kali dilakukan pada Januari 2020, setelah Amerika Serikat membunuh Jenderal Qasem Soleimani, komandan berpengaruh Garda Revolusi Iran.
Bendera yang sama juga berkibar pada April 2024 menyusul serangan Iran ke Israel, dan kembali lagi pada Juli 2024 setelah pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, terbunuh di Teheran.
Yang terbaru, pada 28 Februari 2026, Israel dan AS dilaporkan melancarkan serangan militer ke Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei beserta sejumlah pejabat tinggi lainnya . Iran merespons dengan serangan terhadap target-target di beberapa negara regional, dan mengklaim telah meluncurkan "Operation True Promise 4" hanya beberapa jam setelah kematian Khamenei.