Beranda Hukum dan Kriminal Bareskrim Ungkap 655 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, Dua Oknum TNI Diduga Terlibat

Bareskrim Ungkap 655 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, Dua Oknum TNI Diduga Terlibat

Wakabareskrim Polri Brigjen Pol Nunung Syaifuddin memaparkan rincian pengungkapan kasus yang terdiri dari 568 tempat kejadian perkara (TKP) pada 2025 dan 97 TKP pada 2026.

0
Jajaran Dittipidter Bareskrim Polri dan perwakilan kementerian/lembaga menunjukkan barang bukti yang disita hasil pengungkapan kasus penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi (Antaranews)

CARAPANDANG - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri mengungkap 655 kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji bersubsidi sepanjang 2025 hingga April 2026 dengan total kerugian negara mencapai Rp1,26 triliun.

Mengutip laporan Antaranews, dalam konferensi pers di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Selasa (7/4/2026), Wakabareskrim Polri Brigjen Pol Nunung Syaifuddin memaparkan rincian pengungkapan kasus yang terdiri dari 568 tempat kejadian perkara (TKP) pada 2025 dan 97 TKP pada 2026.

Total tersangka yang diamankan sebanyak 672 orang, dengan rincian 583 tersangka pada 2025 dan 89 tersangka pada periode Januari-April 2026. Kasus tersebut tersebar di 33 provinsi, mulai dari Aceh hingga Papua.

"Penegakan hukum yang dilakukan oleh Bareskrim Polri dan Polda jajaran diketahui bahwa tindak kejahatan penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi telah mengakibatkan potensi kebocoran keuangan negara mencapai Rp1.266.160.963.200," ujar Nunung dikutip Antaranews.

Kerugian negara tersebut terdiri dari kerugian akibat penyalahgunaan BBM subsidi sebesar Rp516.812.530.200 dan dari LPG bersubsidi sekitar Rp749.294.400.000.

Barang bukti yang disita pada 2025 meliputi 1.182.388 liter solar, 127.019 liter Pertalite, 17.516 tabung gas 3 kilogram, serta 353 unit kendaraan roda empat dan enam.

Sementara pada 2026, polisi menyita 112.663 liter solar, 7.096 tabung gas 3 kilogram, dan 79 unit kendaraan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait