Beranda Umum Bapanas: Hadapi Kemarau, Ketersediaan Pangan Aman

Bapanas: Hadapi Kemarau, Ketersediaan Pangan Aman

stok cadangan pangan Pemerintah dalam bentuk beras di Perum Bulog berada di angka 5,2 juta ton per 8 Juli

0
Beras

Terkait komoditas yang mudah membusuk atau mudah rusak, seperti cabai, bawang merah, dan telur ayam ras; Bapanas optimistis mampu ditopang dari produksi pangan dalam negeri secara reguler karena ada surplus produksi terhadap kebutuhan konsumsi yang cukup tinggi selama setahun.

Proyeksi Neraca Pangan yang diolah Bapanas, untuk cabai besar memiliki perkiraan produksi tahun ini di angka 1,51 juta ton dengan kebutuhan konsumsi setahun 929,27 ribu ton. Untuk cabai rawit produksinya bisa mencapai 1,5 juta ton dengan kebutuhan konsumsi 913,61 ribu ton.

Dalam setahun, produksi bawang merah mencapai 1,32 juta ton dengan kebutuhan konsumsi setahun 1,25 juta ton; produksi telur ayam rasa berada di 6,98 juta ton dengan kebutuhan konsumsi 6,47 juta ton; dan daging ayam ras sebanyak 4,89 juta ton dengan kebutuhan konsumsi 4,02 juta ton.

"Kalau bulan Agustus sampai September memang musim kering. Juni itu awal musim kering. Kemudian di Juli dan Agustus, insya Allah pangan kita aman, terutama beras," jelas Amran.

Swasembada beras menjadi prioritas karena beras merupakan komoditas pangan utama dengan porsi konsumsi terbesar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, keberhasilan mencapai swasembada beras menjadi tolok ukur ketahanan pangan nasional.

"Swasembada itu artinya ketika suatu negara impor maksimal 10 persen dari kebutuhan. Negara kita ini tidak impor beras medium berarti telah swasembada sempurna," katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait