CARAPANDANG – Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Wihadi Wiyanto merespons usulan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) agar pemerintah menaikkan harga BBM demi keberlanjutan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
Menurutnya usulan tersebut kurang tepat. Sebab pondasi dan kinerja APBN masih mampu menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan kenaikan harga energi global.
Dia mengatakan bahwa APBN tidak dapat dilihat hanya dari sisi penerimaan dan belanja saja, tapi juga dilihat dari fungsinya sebagai instrumen stabilisasi yang secara aktif digunakan untuk menyerap gejolak eksternal agar tidak langsung berdampak pada masyarakat.
"Fundamental ekonomi kita tetap terjaga, dengan inflasi yang terkendali di level 3,48 persen pada Maret 2026, pertumbuhan ekonomi Q4 2025 mencapai 5,39 persen, serta PMI manufaktur yang berada di zona ekspansif," katanya kepada wartawan, Sabtu 11 April 2026.
Menurutnya dalam kondisi tersebut APBN masih sangat mampu bekerja sebagai shock absorber untuk menahan tekanan global, khususnya dari sektor energi, agar tidak langsung membebani masyarakat.