Beranda Umum Bakpia, Produk Akulturasi yang Jadi Ikon Kuliner Khas Yogyakarta

Bakpia, Produk Akulturasi yang Jadi Ikon Kuliner Khas Yogyakarta

0
Bakpia, Produk Akulturasi yang Jadi Ikon Kuliner Khas Yogyakarta

Peneliti dalam studi ini mewawancarai sejumlah narasumber pelopor bakpia di Yogyakarta. Menurut keterangan narasumber, bakpia diperkenalkan di Yogyakarta sekitar tahun 1940-an oleh seorang pria keturunan Tionghoa bernama Kwik Sun Kok. Setelah kembali dari berkunjung ke China kala itu, Kwik membuat bakpia dengan resep asli yang saat itu masih menggunakan minyak babi untuk menguleni adonan kulitnya dan daging babi sebagai isian utamanya.

Karena mayoritas masyarakat Yogyakarta beragama Islam, bakpia isi daging babi awalnya kurang diminati. Kwik pun memodifikasi resepnya dengan mengganti minyak babi dengan minyak kelapa, sedangkan isian daging babi diganti dengan kacang hijau yang dihaluskan dan dicampur gula. Berkat penyesuaian ini, kudapan tersebut pun mulai diterima oleh masyarakat lokal.

Seorang pekerja memegang bakpia sebelum melakukan pengemasan di sentra pembuatan bakpia Kampung Pathuk, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 3 Januari 2026. (Xinhua/Agung Supriyanto)

Pada era 1980-an, bakpia mulai populer di Yogyakarta seiring berkembangnya Kampung Pathuk sebagai sentra industri bakpia rumahan. Para perajin bakpia, yang saat itu belum mengenal sistem merek dagang modern, menggunakan nomor rumah tempat produksi bakpia mereka untuk membedakan produk mereka dari bakpia buatan produsen bakpia lain.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait