Kementerian ESDM ditantang untuk menambah produksi sekitar 5.000–6.000 barel per hari guna menutupi kehilangan akibat insiden tersebut, sekaligus tetap mengejar target lifting minyak tahun 2026 sebesar 610.000 barel per hari.
Laode memperkirakan produksi minyak di Rokan akan kembali normal dalam beberapa hari ke depan seiring dengan stabilnya aliran gas.