Selanjutnya, dalam evaluasi berkala yang dilakukan Badan Geologi menyebut nilai dv/v (variasi kecepatan seismik) didominasi bernilai negatif dengan fluktuasi pada kisaran rendah hingga menengah, yang secara fisik mencerminkan penurunan modulus elastik (kekakuan) medium di bagian dangkal.
Namun, nilai negatif tersebut tidak menunjukkan pola penurunan yang berkelanjutan, melainkan berfluktuasi di sekitar kisaran yang relatif sama tanpa pendalaman anomali. Sementara itu, nilai koherensi berada pada tingkat menengah hingga tinggi dan relatif stabil.
Lebih jauh, ia menjelaskan tidak terlihat kecenderungan penurunan dv/v yang signifikan maupun gangguan koherensi yang berarti, mengindikasikan tidak adanya peningkatan tekanan baru di bagian dangkal tubuh gunung.
Kondisi ini mencerminkan dinamika sistem konduit dangkal, tanpa indikasi peningkatan tekanan magma baru dari kedalaman, dan tanpa adanya eskalasi menuju erupsi yang lebih besar.
"Data deformasi tidak memperlihatkan adanya inflasi yang menunjukkan belum ada tanda kuat pengisian magma baru," jelas dia.
Berdasarkan evaluasi data pemantauan dalam dua minggu terakhir, aktivitas Gunung Marapi secara umum masih menunjukkan pola fluktuatif. Dinamika suplai fluida atau magma dari kedalaman masih memungkinkan terjadinya erupsi.