Beranda Internasional Ayatollah Ali Khamenei, Dari Masyhad ke Teheran

Ayatollah Ali Khamenei, Dari Masyhad ke Teheran

Di usianya yang ke-86, kehidupan seorang ulama yang bermula dari kesederhanaan ini berakhir dengan cara yang paling kontroversial, meninggalkan bangsa yang terpolarisasi dan kawasan yang gamang.

0
Ayatollah Ali Khamenei (The Guardians)

Hanya sebulan kemudian, ancaman itu menjadi kenyataan. Pada 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Iran.

Serangan itu tidak hanya menghancurkan fasilitas nuklir, tetapi juga menargetkan kediaman pemimpin tertinggi di Teheran.

Media pemerintah Iran, yang awalnya membantah, akhirnya mengonfirmasi kabar duka: Pemimpin mereka telah "syahid".

Dalam serangan yang sama, putri, menantu, dan cucu Khamenei juga ikut tewas.

Iran kini memasuki masa berkabung 40 hari. Jenazahnya telah ditemukan, dan negaranya bersiap menghadapi masa depan yang tidak pasti, tanpa sosok yang selama 37 tahun terakhir menjadi pusat gravitasi politik dan keagamaannya.

Seperti yang ditulis oleh seorang analis, "Dia yang datang dengan rendah hati, pergi meninggalkan ruang kekuasaan yang tak mudah diisi, di tengah puing-puing negaranya sendiri".

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait