"Negara-negara yang memiliki cadangan batu bara akan menggunakannya karena itu adalah cara tercepat dan termurah untuk menggantikan LNG," ujarnya.
Pauline Heinrichs, pakar iklim dan energi dari King's College London, memperingatkan bahwa krisis ini seharusnya menjadi titik balik bagi pemerintah untuk berinvestasi dalam energi terbarukan.
"Dampak batu bara terhadap iklim dan kesehatan sangat menghancurkan dan membawa bencana. Tidak hanya memperburuk risiko iklim, tetapi juga polusi dan toksisitas," katanya.
Para ahli menambahkan bahwa pemulihan pasokan LNG diperkirakan akan memakan waktu bertahun-tahun karena kerusakan infrastruktur energi di Timur Tengah.