Mereka juga menegaskan bahwa program yang tersisa akan disesuaikan dengan kepentingan nasional AS. Meskipun banyak program yang dipotong, beberapa bantuan tetap dipertahankan, termasuk bantuan pangan dan pengobatan untuk penyakit seperti HIV dan malaria.
Negara-negara seperti Haiti, Kuba, Venezuela, dan Lebanon juga tetap menerima dukungan dari AS. Pemangkasan ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah bantuan luar negeri AS.
Sebelumnya, USAID mengelola miliaran dolar dalam program bantuan global. Namun, pemerintahan Trump menganggap banyak program tersebut tidak mendukung kepentingan strategis AS.
Akibatnya, banyak kontrak jangka panjang dibatalkan untuk mengalihkan dana ke prioritas dalam negeri. Keputusan ini memicu kekhawatiran dari berbagai kelompok kemanusiaan internasional.
Organisasi bantuan global mengkritik pemotongan ini, karena berpotensi berdampak besar pada negara berkembang yang bergantung pada bantuan AS. Sebagai salah satu donor utama bantuan kemanusiaan dunia, pemangkasan ini juga bisa mengurangi pengaruh AS dalam diplomasi global.
Di dalam negeri, berbagai kelompok advokasi mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan kembali dampak kebijakan ini. Namun, pemerintahan Trump bersikeras pemotongan ini diperlukan untuk memastikan setiap dolar bantuan digunakan untuk kepentingan nasional AS.