Beranda Berita Anies Baswedan: Pendidkan Harus Lahirkan Para Pemikir

Anies Baswedan: Pendidkan Harus Lahirkan Para Pemikir

Dia menjelaskan ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri.

0
Istimewa

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengajak semua pihak untuk mengigat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya.

"Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia," tegasya.

Lebih jauh lagi Anies membeberkan, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi berbasis matematika dan biologi dasar yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan ekologi dan geofisika dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. 

"Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap tidak praktis," ungkap eks Gubernur Jakarta itu. 

Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan mudah terjebak jadi dangkal.

"Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk," katanya.

Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait