"Prabowo melangkah lebih awal sebelum didikte oleh negara lain. Dia mengambil posisi tegas dalam menyatakan kedaulatan, posisi politik, dan membela warga negaranya dengan terukur," kata dia.
Dia mengatakan ada tiga negara Eropa yang dikunjungi oleh Presiden Prabowo pada akhir Mei 2026 ini, yaitu Prancis, Austria, dan Hungaria. Ketiga negara itu, kata dia, memiliki posisi strategis yang dibutuhkan Indonesia.
Sugiat juga menegaskan bahwa penilaian perjalanan Presiden hanya dari ongkos tiket pesawat adalah cara berpikir yang tidak sebanding.
Menurut dia, nilai transfer teknologi pertahanan, pengamanan kedaulatan di Laut Natuna Utara, dan posisi tawar Indonesia sebagai kekuatan regional jauh lebih besar dari sekadar biaya operasional perjalanan.
"Kunjungan ke Prancis ini bukti nyata politik bebas aktif yang berwibawa. Indonesia tidak mengekor ke Amerika, tidak tunduk ke China, dan tidak takut pada tekanan NATO saat berhubungan dengan Rusia demi mengamankan pasokan minyak dan elpiji murah untuk rakyat," ujar Sugiat.