Beranda Berita Anggota DPR Ingatkan Kesepakatan Iran–AS Harus Dibaca Hati-hati, Belum Perdamaian Final

Anggota DPR Ingatkan Kesepakatan Iran–AS Harus Dibaca Hati-hati, Belum Perdamaian Final

Sejumlah isu krusial masih menjadi hambatan menuju kesepakatan permanen, mulai dari inspeksi program nuklir Iran, pencabutan sanksi ekonomi, konflik di Lebanon, ketegangan Israel-Hezbollah, hingga jaminan keamanan di Selat Hormuz.

0
Istimewa

CARAPANDANG - Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka mengingatkan perkembangan hubungan Iran dan Amerika Serikat (AS) pasca-perundingan di Swiss belum dapat dianggap sebagai perdamaian yang final.

Ini disampaikan Rieke dalam Diskusi Dialektika Demokrasi yang diselenggarakan Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bersama Biro Pemberitaan DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.

Menurutnya, kesepakatan yang tercapai sejauh ini masih merupakan jeda strategis yang rapuh dan berpotensi memengaruhi stabilitas energi global, termasuk Indonesia.

"Kesepakatan Iran–Amerika Serikat harus dibaca hati-hati. Ini belum perdamaian final, melainkan jeda strategis yang rapuh. Perundingan di Swiss memang membuka jalan menuju kesepakatan 60 hari, tetapi masih dibayangi berbagai persoalan mendasar yang belum terselesaikan," kata Rieke seperti dilansir Sinpo.id.

Dia menjelaskan sejumlah isu krusial masih menjadi hambatan menuju kesepakatan permanen, mulai dari inspeksi program nuklir Iran, pencabutan sanksi ekonomi, konflik di Lebanon, ketegangan Israel-Hezbollah, hingga jaminan keamanan di Selat Hormuz.

Menurutnya, posisi resmi Iran juga menunjukkan bahwa proses menuju penyelesaian permanen masih panjang. Iran, kata dia, menegaskan tidak akan memberikan akses ke fasilitas nuklir yang menjadi sasaran serangan sebelum tercapai kesepakatan final dan penghentian sanksi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait