Selanjutnya dia mengatakan, sejumlah lembaga internasional juga masih menilai fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat di tengah ketidakpastian global.
International Monetary Fund (IMF), kata Airlangga, menempatkan Indonesia sebagai salah satu bright spot di Asia, didukung sinergi kebijakan fiskal dan moneter serta defisit anggaran yang tetap terjaga di bawah 3 persen.
Sementara itu, Islamic Development Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi pasar keuangan, FTSE Russell memastikan Indonesia tidak masuk dalam daftar pemantauan (watch list), sehingga status pasar modal tetap stabil, sejajar dengan negara seperti China dan India.
"Sedangkan JP Morgan Asset Management menempatkan Indonesia di peringkat kedua sebagai negara paling tahan terhadap guncangan energi global," katanya.
Airlangga Sebut Ketahanan Energi Indonesia Relatif Aman
Airlangga mengatakan dengan tingkat ketergantungan yang lebih rendah, Indonesia memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap tekanan global, terutama terkait distribusi energi.