"Beijing akan puas dengan hasil yang terarah seperti pengurangan tarif terbatas yang akan membenarkan pengurangan tarif atau pembatasan ekspornya sendiri secara bertahap," katanya.
Topik Iran diyakini akan "sulit dihindari" dalam pertemuan Trump-Xi. Tapi, para ahli sepakat, China tidak akan menggalinya "sangat dalam".
"AS sudah meningkatkan tekanan terhadap China sebelum KTT dengan menargetkan hubungan ekonomi China dengan Teheran," kata analis Asia Society Policy Institute, Lizzi Lee.
Bulan lalu Trump memperingatkan akan mengenakan tarif 50% pada barang-barang China jika China memberikan bantuan militer kepada Iran. Beijing sendiri adalah mitra dekat Teheran dan menyebut serangan AS-Israel terhadap Iran ilegal walau di sisi lain, China juga mengkritik serangan Iran terhadap negara-negara Teluk dan menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz.
"Perang Iran akan menambah lapisan tekanan timbal balik lainnya," kata Lee.
"Tetapi medan negosiasi yang sebenarnya tetap berada di perdagangan dan investasi," jelasnya.
Sementara Trump diyakini ingin China terus mendorong Iran untuk membuat kesepakatan. Kedua pihak kemungkinan juga akan membahas pembelian minyak China dari Iran.
Salah satu kartu tawar-menawar utama China adalah logam tanah jarang. Ini sangat penting dalam produksi segala hal, mulai dari ponsel pintar hingga mobil listrik.