BMKG memastikan bahwa proses pengamatan akan dilakukan dengan dukungan peralatan optik dan instrumen yang memadai. Selain itu, BMKG juga melibatkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang pengamatan hilal.
Dengan keterlibatan di 37 titik pengamatan, BMKG berkomitmen memberikan dukungan ilmiah dan teknis secara optimal. Tujuannya, memastikan proses penentuan awal Ramadan 1447 H berjalan akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Data Falakiyah mengenai hilal 29 Sya'ban 1447 H yang bertepatan dengan Selasa Kliwon, 17 Februari 2026 M. Data ini menunjukkan hilal masih di bawah ufuk.
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) juga menyatakan bahwa hilal terjadi Selasa Kliwon, 17 Februari. Tinggi hilal terbesar terjadi di Kota Sabang, Provinsi Aceh dengan tinggi hilal mar’ie -1 derajat 41 menit.
"Sementara ketinggian hilal terkecil terjadi di Jayapura, Provinsi Papua dengan tinggi hilal mar’ie -3 derajat 12 menit. Adapun di titik Jakarta dengan markaz Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat (koordinat 6º 11’ 25” LS 106º 50’ 50” BT)," tulis LF PBNU dalam keterangan tertulisnya. dilansir rri.co.id