Komnas HAM juga menekankan setiap pendekatan penegakan hukum dan keamanan oleh aparat harus dilakukan secara profesional dan terukur dengan tetap menghormati nilai-nilai dan prinsip HAM.
Selain itu, Komnas HAM mendesak Panglima TNI untuk melakukan evaluasi terhadap operasi penindakan yang dilakukan Satgas Habema serta memastikan proses penegakan hukum berjalan profesional, transparan, dan tuntas demi tegaknya rasa keadilan bagi korban dan keluarganya.
Pemerintah pusat dan daerah juga diminta mengambil langkah-langkah perlindungan maksimal dan pemulihan bagi korban jiwa maupun luka-luka, termasuk pemulihan kesehatan dan psikologis, serta memastikan warga sipil lainnya tidak mengungsi karena alasan keamanan.
Komnas HAM menyatakan akan terus mengumpulkan informasi dan berkoordinasi dengan semua pihak untuk memastikan jumlah korban dan kondisi di lapangan, serta akan melakukan langkah-langkah pemantauan sesuai mekanisme yang berlaku.
Sementara itu, Koops TNI Habema menyebut bahwa peristiwa di Kampung Kembru merupakan dua insiden berbeda dengan kejadian di Kampung Jigiunggi yang berjarak sekitar 7 kilometer. TNI menyatakan bahwa tidak ada keterlibatan prajurit TNI dalam penembakan terhadap seorang anak di Kampung Jigiunggi.
Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai juga telah meminta TNI segera memberikan klarifikasi atas insiden tersebut dan mendesak Komnas HAM melakukan investigasi independen.