Musang ini mirip sepeti sigung, mereka juga bisa mengeluarkan bau yang sangat menyengat. Bau ini digunakan untuk menandai wilayahnya dan juga digunakan saat mereka merasa terancam. Namun, tidak seperti bau sigung, baunya tidak bertahan lama.
3. Mempunyai metabolisme yang cepat
Sistem metabolisme tubuh yang sangat cepat inilah yang mengharuskan mereka untuk terus makan dan berburu. Hal inilah, yang membuat mereka lebih aktif dibanding predator lain. Di alam liar, mereka biasanya berburu pada siang hari. Namun, di daerah perkotaan mereka biasanya berburu pada malam hari.
4. Mempunyai sistem pertahanan dan senjata alami yang mematikan
Sistem pertahanan dan senjata alaminya membuat Honey Badger menjadi sangat pemberani dan ganas. Mereka memiliki kulit kendur yang sangat tebal dan elastis (sekitar 6mm) di sekitar leher hingga punggung. Kulit ini memungkinkan mereka untuk menyerang balik, meskipun sedang dalam cengkraman gigitan predator dan dapat menggeliat untuk melepaskan diri. Kulit predator kecil ini juga jarang bisa ditembus oleh panah atau tombak, dan bisa meminimalisir sengatan lebah, meskipun ada beberapa kasus dimana Honey Badger mati karena sengatan dan gigitan. Nah, selain kulitnya mereka juga memiliki gigi dan rahang yang sangat kuat sehingga gigitan mereka bisa memecahkan cangkang seekor kura-kura.