CARAPANDANG - Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulullah -Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya. Ibadah haji termasuk amal paling utama setelah jihad di jalan Allah, sementara seorang muslim terkadang kehilangan kemampuan untuk menunaikannya karena sakit, wabah, atau keterbatasan biaya, maka Allah mensyariatkan bagi hamba-hamba-Nya berbagai amal dan ibadah yang pahalanya dapat menyamai pahala haji dan umrah.
Namun sebelumnya perlu dijelaskan bahwa amal-amal yang “menyamai haji” itu maksudnya dalam pahala, bukan menggugurkan kewajiban haji. Jadi, haji wajib tetap tidak gugur bagi orang yang mampu ketika tidak ada halangan. Akan tetapi, jika ada penghalang seperti sakit, wabah, atau ketidakmampuan, maka amal-amal ini menjadi sangat dianjurkan.
Di antara amal yang menyamai pahala haji dan umrah dalam ganjaran, bukan pengganti kewajiban adalah sebagai berikut:
1. Niat Tulus untuk Menunaikan Haji
Kejujuran niat kepada Allah untuk menunaikan ibadah haji. Diriwayatkan dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:Kami pernah bersama Nabi ﷺ dalam suatu peperangan, lalu beliau bersabda:
“Sesungguhnya di Madinah ada beberapa orang yang setiap kali kalian menempuh perjalanan atau melintasi lembah, mereka selalu bersama kalian. Mereka terhalang oleh sakit.” (HR. Muslim)
Imam an-Nawawi dalam syarahnya atas shahih Muslim, berkata;