SHARE

Istimewa

Liputan : Melita Johan

CARAPANDANG [BUKITTINGGI] - Di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Erman Safar - Marfendi, masyarakat Bukittinggi tak begitu lagi mengalami kesulitan, lantaran banyaknya program pemerintah yang dibuat untuk membantu warga yang mengalami kesulitan hidup.

Program sosial
Misalnya, program tabungan Ustman (pinjaman tanpa bunga dan tanpa anggunan), bantuan pelunasan hutang warga dari jeratan rentenir, dan bantuan uang komite untuk pelajar warga Bukittinggi tingkat SMA sederajat.

Walikota Bukittinggi itu kepada awak media ia mengatakan "Semoga program ini dapat mengurangi beban mereka," ungkapnya. Selasa,(18/10)

Tahun 2022 pemko salurkan bantuan sosial untuk masyarakat tidak mampu sebanyak 29.499 jiwa dan 4.240 KK. Kata dia.

Pemko upayakan kawasan Ekonomi baru, kurang lebih 1.850 siswa SMA lulus setiap tahun di kota Bukittinggi, ada yang melanjutkan kuliah, ada yang langsung terjun ke dunia kerja dan merintis usaha sebagai UMKM. Pemerintah usahakan kawasan ekonomi baru di kota Bukittinggi dan program pendukung keadaan ini.

Yah..! Benar. Selama tahun 2022 pemko sudah salurkan bantuan sosial untuk masyarakat tidak mampu sebanyak 29.449 jiwa dan 4.240 KK semoga dapat membantu meringankan beban mereka. Kata walikota Bukittinggi itu.

Program Religius
Untuk penguatan program keislaman Walikota Bukittinggi Erman Safar juga berikan program bantuan hibah sebesar Rp15.329.500.000,-

Bantuan hibah tersebut diantaranya Masjid sebesar Rp.9.615.000.000,- untuk Mushalla di kota ini sebesar Rp. 1.829.500.000,- untuk MDTA yakni sebesar Rp. 1.305.000.000,- untuk TPQ Rp. 905.000.000,-  Lembaga keagamaan pun menerima sebesar Rp. 1.575.000.000,- dan untuk Pondok pesantren sendiri Rp. 100.000.000,-.###

Tags
SHARE