Beranda Feature Tradisi "Katto Bokko" Tak Lekang Zaman

Tradisi "Katto Bokko" Tak Lekang Zaman

Suasana prosesi adat "Katto Bokko" yang digelar saat panen raya Kekaraengan (Kerajaan) Marusu di Kabupaten Maros, Sulsel (30/3/2025). ANTARA/ Suriani Mappong

0
Xinhua

Sementara itu dari sisi lingkungan, "Katto Bokko" menekankan keseimbangan alam misalnya dari pemilihan benih yang tahan hama dan banyak bulirnya seperti padi jenis "Banda" dengan bulir padi yang memiliki bulu-bulu di sisinya.

Karena itu, lanjut dia, wajarlah jika "Katto Bokko" tidak lekang oleh zaman, karena masih bisa beradaptasi tanpa meninggalkan ciri khasnya.

Apalagi tradisi ini juga mendapatkan pengakuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang patut dilestarikan, sehingga generasi berikutnya masih bisa menyaksikan langsung, tanpa sekedar diceritakan saja.

Gotong Royong

Upaya melestarikan tradisi panen raya ini, telah dilakukan oleh keturunan Kekaraengan Marusu sebelum masa Kemerdekaan Indonesia hingga saat ini dengan mengandalkan swadaya Kekaraengan Marusu dan masyarakat setempat.

Dengan bekal nilai-nilai kebersamaan dan gotong-royong yang telah ditanamkan dari generasi ke generasi, menjadi benteng tersendiri untuk melestarikan tradisi "Katto Bokko" di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Suasana prosesi adat "Katto Bokko" dengan iring-iringan membawa hasil panen menuju rumah adat "Balla Lompoa di Kassi Kebo, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. ANTARA/ Suriani Mappong

Prosesi upacara adat "Katto Bokko" sebagai pertanda panen perdana dari pihak Kekaraengan Marusu dan diikuti masyarakat setempat penuh dengan filosofi menjaga keseimbangan alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait