Dia menyambut baik pengumuman gencatan senjata sementara dari pihak berwenang Myanmar, dan menyebut langkah itu "sangat penting untuk membantu aliran bantuan dan memungkinkan tim penyelamat melakukan pekerjaannya."
Orang-orang yang terdampak gempa beristirahat di sebuah tempat penampungan sementara di Mandalay, Myanmar, pada 3 April 2025. (Xinhua/Myo Kyaw Soe)
Guterres mengatakan bahwa dirinya mengirimkan Koordinator Bantuan Darurat Tom Fletcher ke Myanmar. Sementara itu, Julie Bishop, utusan khusus sekjen PBB untuk Myanmar, akan mengunjungi negara tersebut dalam beberapa hari ke depan untuk memperkuat upaya-upaya perdamaian dan dialog.
"PBB akan terus mendorong perdamaian dan dukungan penyelamatan nyawa bagi rakyat Myanmar pada saat mereka sangat membutuhkan," katanya.
Hingga Kamis, jumlah korban tewas akibat gempa bermagnitudo 7,9 pada pekan lalu di Myanmar bertambah menjadi 3.145 jiwa, dengan 4.589 orang terluka, dan 221 lainnya masih hilang, seperti dilaporkan Myanmar Radio and Television.