Foto yang diabadikan pada 2 Agustus 2026 ini menunjukkan Sheren (pertama dari kiri) sedang berinteraksi dengan para peserta workshop "The Art of Chinese Calligraphy with Sheren" yang digelar di Galeri Budaya Tionghoa Indonesia (GBTI) di kawasan Pantjoran Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. (Xinhua/Noviyanti)
Sheren menegaskan bahwa workshop ini memang dirancang khusus untuk pemula. "Kelas ini didesain khusus untuk peserta yang sama sekali belum pernah belajar kaligrafi China. Tidak perlu pengalaman sama sekali, karena yang diajarkan benar-benar dari yang paling dasar dan bisa dicoba semua orang," katanya.
Menurut Sheren, hal paling mendasar yang perlu dipahami saat mempelajari kaligrafi China adalah bahwa seni ini bukan sekadar membuat tulisan menjadi indah.
"Kaligrafi China bukan sekadar menulis indah, tetapi merupakan tradisi ribuan tahun yang menggabungkan teknik, bentuk, keseimbangan, dan jiwa penulisnya. Setiap goresan mencerminkan sifat dan karakter orang yang menulisnya," jelasnya.
Dia mengakui tantangan terbesar bagi para pemula adalah membangun kesabaran, mengingat proses belajar kaligrafi membutuhkan waktu yang panjang. Ada sebuah pepatah China yang mengatakan bahwa sama seperti giok yang harus diasah dan dipahat agar menjadi benda berharga, manusia pun harus melalui proses belajar dan pembinaan untuk memahami nilai kebaikan serta mengembangkan potensi yang dimilikinya.