Beranda Internasional Badan PBB Suarakan Kekhawatiran akan Keselamatan Warga Sipil di Wilayah Palestina yang Diduduki

Badan PBB Suarakan Kekhawatiran akan Keselamatan Warga Sipil di Wilayah Palestina yang Diduduki

Seorang warga Palestina memadamkan api pada sebuah kendaraan yang hancur akibat serangan drone Israel di kawasan permukiman Tel al-Hawa, Gaza City, pada 31 Agustus 2026. (Carapandang/Xinhua/Rizek Abdeljawad)

0
Xinhua

   Di Tepi Barat, OCHA mengatakan bahwa mitra-mitra kemanusiaannya sangat prihatin dengan laporan bahwa seluruh komunitas Khirbet at Tabban dihancurkan oleh pasukan Israel.

   Khirbet merupakan salah satu dari 13 komunitas penggembala di area Masafer Yatta, Hebron. Ketiga belas komunitas tersebut berpenduduk lebih dari 1.000 orang dan seluruhnya berada di dalam 18 persen wilayah Tepi Barat yang dinyatakan oleh otoritas Israel sebagai "zona tembak" dan dialokasikan untuk latihan militer, sebut OCHA.

   Komunitas-komunitas ini telah lama menghadapi perintah penghancuran yang dikeluarkan terhadap semua bangunan karena tidak memiliki izin, meski otoritas Israel tidak menerbitkan izin yang diperlukan untuk warga Palestina. Selama dua tahun terakhir, belasan pos pemukim telah didirikan di wilayah yang sama, dengan kekerasan oleh para pemukim makin menambah tekanan bagi warga Palestina agar meninggalkan wilayah tersebut.

   OCHA mengatakan bahwa mitra-mitranya sedang mengerahkan upaya tanggap darurat untuk mendukung para pengungsi baru, sekaligus mendukung penghidupan komunitas-komunitas rentan di seluruh Tepi Barat, yang berada di bawah tekanan untuk meninggalkan tanah mereka.

   Dalam konteks ini, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) pada Rabu mengatakan bahwa para penggembala di Tepi Barat telah menerima 3,3 juta dosis vaksin dari badan tersebut dan Kementerian Pertanian Palestina untuk melindungi ternak dan sumber pendapatan mereka selama dua tahun terakhir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait